Tampilkan postingan dengan label AL-QUR'AN MIRACLES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL-QUR'AN MIRACLES. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2013

HAFAL NAMA2 SURAT AL-QUR'AN DENGAN CERITA


"PEMBUKAAN, seekor SAPI BETINA dipotong KELUARGA IMRAN untuk anaknya yang bernama AN NISA, sebagai HIDANGAN nanti siang."

Mudah kan?

Surat no 1 adalah PEMBUKAAN = Alfaatihah.
Surat no 2 SAPI BETINA = Albaqoroh.
Surat no 3 adalah KELUARGA IMRON = Aali Imron
Surat nomor 4 adalah AN NISA = Wanita.
Surat Nomor 5,... sebagai HIDANGAN nanti siang, hehehe = Almaaidah.
"Enam BINATANG TERNAK yg berkumpul di TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, dibagikan sebagai HARTA RAMPASAN PERANG pasukan TAUBAT pimpinan YUNUS."


Minggu, 18 November 2012

THE SPEED OF LIGHT PROVING


Samapai saat ini manusia belum menemukan sesuatu yang lebih cepat dari cepatan cahaya (nuur). Apakah malaikat yang tercipta dari cahaya (nuur) memiliki kecepatan yang sama dengan cahaya?
Jawabannya! TIDAK! Karena Malaikat dan Jibril memiliki kecepatan 50x lebih cepat.

Ini telah dibuktikan oleh seorang ahli Fisika Mesir DR. Mansour Hassab El Naby yang berdasarkan petunjuk Al Qur'an (QS As Sajadah:5). 
Penghitungan kecepatan cahaya bisa di hitung dengan menggunakan ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C). 
Berdasar dari QS As Sajdah ayat 5: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu [1190]. Ayat tersebut dengan jelas menggunakan perbandingan satu hari sama dengan 1000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengen cepat cahaya(nuur). Apakah ayat ini menjadi petunjuk ayat lain? 


Apakah cahaya masih menjadi yang tercepat? Dari ayat di dalam Al Qur'an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat.
Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4
3."Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat"
4. "Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang"

QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang sangat kencang atau cepat:
1. "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,"
2. "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya"[1537].

Mungkin teman2 bertanya bagaimna malaikat bisa terbang? Apa punya sayap? Jabannya 'YA'! Malaikat memiliki sayap ada yang 2, 3 dan 4. QS Faathir ayat 1 : "Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Lalu, secepat apa terbangnya malaikat Jibril? Apakah sama dengan cahaya atau berapa kalinya?
Dalam QS Al M a´aarij ayat 4 secara jelas disebutkan: "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun". Sangat jelas petunjuk Ayat itu, bahwa kecepatan Malaikat Jibril dalam sehari kadarnya 50 ribu tahun.
Menurut perhitungan DR. Mansour Hassab El Naby dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik).
Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). 
Bisa disimpulkan dengan perhitungan menurut informasi dari Al Qur'an kecepatan Malaikat Jibril sama dengan 50 kali kecepatan cahaya. Masya Allah!
Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

IBNU HAYTHAM (MOSLEM SCIENTIST)




Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham (Bahasa Arab:
ابو علی، حسن بن حسن بن الهيثم) atau Ibnu Haitham (Basra,965 - Kairo 1039), dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.
Dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenali dengan nama Alhazen. Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah pada tahun 354H bersamaan dengan 965 Masehi. Ia memulai pendidikan awalnya di Basrah sebelum dilantik menjadi pegawai pemerintah di bandar kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak pemerintah di sana, beliau mengambil keputusan merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Di perantauan beliau telah melanjutkan pengajian dan menumpukan perhatian pada penulisan.

Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir. Selama di sana beliau telah mengambil kesempatan melakukan beberapa kerja penyelidikan mengenai aliran dan saliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang cadangan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.
Hasil daripada usaha itu, beliau telah menjadi seo­rang yang amat mahir dalam bidang sains, falak, mate­matik, geometri, pengobatan, dan falsafah. Tulisannya mengenai mata, telah menjadi salah satu
rujukan yang penting dalam bidang pengajian sains di Barat. Malahan kajiannya mengenai pengobatan mata telah menjadi asas kepada pengajian pengobatan modern mengenai mata.
Ibnu Haitham merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penyelidikan. Penyelidikannya mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler mencipta mikroskop serta teleskop. Ia merupakan orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.
Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, antara lain Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.
Menurut Ibnu Haitham, cahaya fajar bermula apabila mata­hari berada di garis 19 derajat di ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila mata­hari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Dalam kajiannya, beliau juga telah berhasil menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.
Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar, dan dari situ ditemukanlah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para ilmuwan di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar yang pertama di dunia.
Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Hai­tham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita lihat pada masa kini.
Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai falsafah, logik, metafizik, dan persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Ia turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu.
Penulisan falsafahnya banyak tertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi pertikaian. Padanya pertikaian dan pertelingkahan mengenai sesuatu perkara berpunca daripada pendekatan yang digunakan dalam mengenalinya.
Beliau juga berpendapat bahawa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu semua dakwaan kebenaran wajar diragui dalam menilai semua pandangan yang sedia ada. Jadi, pandangannya mengenai falsafah amat menarik untuk disoroti.
Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematik, sains, dan ketuhanan. Ketiga-tiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai dan untuk menguasainya seseorang itu perlu menggunakan waktu mudanya dengan sepenuhnya. Apabila umur semakin meningkat, kekuatan fizikal dan mental akan turut mengalami kemerosotan. 

Karya
Ibnu Haitham membuktikan pandangannya apabila beliau begitu ghairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Sehingga kini beliau berhasil menulis banyak buku dan makalah. Di antara buku hasil karyanya:

1.  Al'Jami' fi Usul al'Hisab yang mengandungi teori-teori ilmu metametik dan metametik penganalisaannya;
2.  Kitab al-Tahlil wa al'Tarkib mengenai ilmu geometri;
3.  Kitab Tahlil ai'masa^il al 'Adadiyah tentang algebra;
4.  Maqalah fi Istikhraj Simat al'Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau;
5.  M.aqalah fima Tad'u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak dan
6.  Risalah fi Sina'at al-Syi'r mengenai teknik penulisan puisi.

Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan filsafat amat banyak. Kerana itulah Ibnu Haitham dikenali sebagai seorang yang miskin dari segi material tetapi kaya dengan ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan hingga saat ini.
Walau bagaimanapun sebahagian karyanya lagi telah "dicuri" oleh ilmuwan Barat tanpa memberikan penghargaan yang patut kepada beliau. Tapi sesungguhnya, barat patut berterima kasih kepada Ibnu Haitham dan para sarjana Islam karena tanpa mereka kemungkinan dunia Eropa masih diselubungi kegelapan.
Kajian Ibnu Haitham telah menyediakan landasan kepada perkembangan ilmu sains dan pada masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi terbelenggu oleh pemikiran filsafat Yunani. 


Rabu, 07 November 2012

PUISI DALAM AL-QUR'AN


At-Taqwir
(QS 81:1-18)

Apabila matahari digulung,
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
dan apabila lautan dijadikan meluap
dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
karena dosa apakah dia dibunuh,
dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,
dan apabila langit dilenyapkan,
dan apabila neraka Jahim dinyalakan,
dan apabila syurga didekatkan,
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,
yang beredar dan terbenam,
demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,
dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,








AL GHASYIYAH
(QS. 88:1-20)
Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?
Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
bekerja keras lagi kepayahan,
memasuki api yang sangat panas (neraka),
diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

Banyak muka pada hari itu berseri-seri,
merasa senang karena usahanya,
dalam syurga yang tinggi,
tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.
Di dalamnya ada mata air yang mengalir.
Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,
dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),
dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,
dan permadani-permadani yang terhampar.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,
Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

Perkembangan Islam di Indonesia


PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
By: Pak O. Haswari
A.    Ada beberapa pendapat tentang pembawa Islam di Indonesia:
1.    Thomas W. Arnold, agama Islam dibawa oleh orang Arab, buktinya pada abad ke-7 di pantai Barat Sumatera ditemukan perkampungan Arab dan kuburan orang Islam di Boros, antara Aceh dan Tapanuli.
2.    Snouck Hurgronje, masuknya agama Islam dibawa oleh orang India, buktinya batu nisan yang terdapat di makam Sultan Malik As-Saleh yang wafat pada tahun 1297 Masehi.
3.    Husein Djayadiningrat, agama Islam masuk Indonesia dibawa oleh orang Persia, sebagai bukti adanya suatu perubahan ejaan dari bahasa arab ke Persia. Hal ini juga diperkuat oleh Mucas, yaitu kata pasal berasal dari kata Persia.

Dengan adanya keimanan kepada Allah SWT pada diri umat Islam sejak abad 7 masehi, Bangsa Indonesia sudah mengenal system kenegaraan seperti kerajaan Majapahit, Mataram, dan kerajaan Islam lainnya di Jawa, Sumatera, dan Maluku, menjadi modal utama dalam menghadapi musuh baik yang berasal dari luar maupun dari dalam.

1)    Islam di Pulau Sumatera
Masuknya Islam di Indonesia pertama kali di Pulau Sumatera, dengan bukti bahwa selat Malaka dijadiakn tempat transit dan lalulintas bagi saudagar India yang menuju Cina, kuatnya persatuan dan kesatuan mendorong berdirinya kerajaan Islam pertamadiIndonesia pada tahun 1261 Masehi, di Lhoksumawe Aceh Utara dengan rajanya bernama Merah Silu dan bergelar Al-Malik Al-Shalih.
2)    Islam di Pulau Jawa
Islam masuk di Pulau Jawa dibawa oleh rombongan ulama yang dipelopori oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan sebutan Maulana Maghribi pada saat itu di Pulau Jawa masih banyak penganut agama Budha dan Hindu.
Walisongo dalam memasukkan agama Islam dengan penuh kesantunan dan kesopanan, sehingga masyarakat yang kuat memegang Hindu dan Budha tidak merasakeberatan untuk masuk agama Islam.
Beberapa Wali Songo:
a.     Raden Rahmat (Sunan Ampel) , makamnya berada di Jawa Timur.
b.    Syekh Maulana Malik Ibrahim ( Sunan Gresik), makamnya berada di Gresik Jawa Timur.
c.     Syekh Syarifuddin (Sunan Drajad), makamnya di Sedayu Gresik, Jawa Timur.
d.    Syekh Maulana Ainul Yaqin (Sunan Giri), makamnya di Bukit Giri Gresik Jawa Timur.
e.     Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Makamnya di Tuban Jawa Timur.
f.      Syekh Ja’far Shadiq (Sunan Kudus), makamnya di Kudus Jawa Tengah.
g.     Raden Umar Sa’id (Sunan Muria), makamnya di Gunung Muria Kudus Jawa Tengah.
h.    Raden Syahid (Sunan Kalijaga), Makamnya di kadilangu Demak Jawa Tengah.
i.       Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati),makamnya di Cirebon Jawa Barat.

Walisongo dalam menyebarkan Islam semakin gigih dengan kota Demak sebagai pusat kegiatan mereka. Terutama Sunan Ampel dan Raden Fatah ditugasi untuk mengajari agama Islam dan mendirikan pondok pesantren di Glagah Wangi.
Kerajaan Islam di pulau jawa:
¾   Karena semakin rapuhnya Kerajaan Majapahit masa pemerintahan Brawijaya V, dan runtuhnya dengan bukti Candrasengkala (Sirno Ilang Kertaning Bumi, 1477), maka berdirilah kerajaan Demak dengan Cendrasengkala (Geni Mati Siniram Janmi, 1478).
¾   Dengan runtuhnya kerajaan Majapahit maka muncullah kerajaan Demak dengan Rajanya sebagai berikut:

1.    Raden Fatah atau Raja Demak pertama,
2.    Raden Adipati Unus ( Pangeran Sabrang Lor) atau Raja Demak kedua
3.    Raden Trenggono atau Raja Demak ketiga.
3)    Islam di Sulawesi
Ø Adanya kerajaan Gowa, Tallo, Bone, Wajo, dan Sopeng pada abad ke XV membuktikan bahwa Sulawesi peradabannya sudah maju, sehingga para pedagang muslim dari Sumatera, Malaka, dan Jawa telah mendatangi Sulawesi yang sebagian dari masyarakatnya menganut Animisme dan Dinamisme.
Ø Pada awalnya kerajaan di Sulawesi belum menjadi kerajaan Islam.
Ø Kerajaan Gowa dan Tallo berdekatan dan rukun seperti kerajaan kembar.
Ø Dengan dasar persatuan kerajaan Gowa Tallo yang istananya berada di Sumba Opu menjadi lebih kuat dan menaklukan daerah Selayar, Bulukumba, Maros, Mandar, dan Luwu pada tahun 1562-1565 M, yang dipipmppin oleh raja Tumaparisi Kolama.
Ø Penduduk Gowa Tallo sudah banyak yang memeluk agama Islam. Oleh karena Dato Rimambang dan Dato Sulaemana menyebarkan agama Islam tanpa menimbulkan gejolak, tanggal 22 September 1605 M, raja Gowa yang bernama Karaeng Tonigallo dengan ikhlas masuk agama Islam, dan diberi gelar Sultan Alauddin.
4)    Islam di Kalimantan
Ø Sebelum Islam masuk di Kalimantan masyarakatnya memeluk ama Hindu, terbukti dengan adanya kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan, tepatnya di Daerah Dipa, Daha ,dan Kahuripan.
Ø Kerajaan Daha diperintah oleh Maharaja Sukarama dan setelah sepeninggalnya diperintah oleh Sultan Tumenggung (1550 M)
Ø Islamisasi di Kalimantan tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan saja, tetapi di Kalimantan Timur juga, berkat datangnya dua ulama yaitu, Datuk Ribandang dan Tuanku Tunggang Parangan,yaitu Raja Kutai yang kalah kesaktian dengan Tuanku Tunggang Parangan.
5)    Islam di Maluku
Ø Islam masuk di Maluku sekitar abad XIV dan awal abad XV M, dibawa oleh para muballigh dan pedagang dari Samudera Pasai, Malaka dan Jawa.
Ø Kaderisasi Islam di Maluku, yaitu yang sudah beragama Islam dengan sukarela menuntut ilmu agama Islamdiberbagai pesantren di Jawa Timur.
Ø Sekembalinya dari Pesantren mereka menyebarkan agama Islam di daerah halamannya, bahkan para rajanya banyak yang mask Islam tanpa Peperangan.
B.    Faktor yang Menyebabkan Islam Berkembang Pesat di Indonesia
Ø Geografi strategis
Ø Demografis, penduduknya yang toleran
Ø Karakteristik Islam yang anti kekerasan.
Ø Wali Songo berdakwah lebih mengedepankan akhlak dan sopan santun.
Ø Semangat persatuan dan kesatuan mendorong berdirinya kerajaan Islam yang pertama di Indonesia.
C.    Peranan Umat Islam di Indonesia
Pada masa kemerdekaan:
Ø Merumuskan kalimat pembukaan UUD’45 pada alinea pertama bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Ø Semangat Nasionalisme dengan lahirnya suatu organisasi kepemudaan, seperti Jong Java dan Jong Madura yang dideklarasikan pada sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 .
Ø Semangat dan keyakinan yang bulat untuk mengusir penjajah.
Ø Secara organisai Islam, yang mempunyai peranan dalam masa penjajahan dan kemerdekaan ini  adalah Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi dan Mas Tirta Adisurya dan pada tahun 1912 M SDI dirubah nama jadi Sarekat Islam( SI) atas usulan HOS. Cokroaminoto.
Pada Masa pembangunan:

Ø Peranan Organisasi Islam:
a.     Muhammadiyah oleh KH.Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912 M di Yogyakarta.
b.    Nahdhatul Ulama oleh KH.Hasyim Asy’ari didirikan di Surabaya, 31 Januari 1926 M.
Ø Peranan lembaga Islam pemerintah seperti MUI yang didirikan pada masa Orde Baru tanggal 21 Juli 1975.

Entri Populer

Pengikut