PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
By: Pak O. Haswari
A. Ada beberapa pendapat tentang pembawa
Islam di Indonesia:
1. Thomas W. Arnold, agama Islam dibawa
oleh orang Arab, buktinya pada abad ke-7 di pantai Barat Sumatera ditemukan
perkampungan Arab dan kuburan orang Islam di Boros, antara Aceh dan Tapanuli.
2. Snouck Hurgronje, masuknya agama
Islam dibawa oleh orang India, buktinya batu nisan yang terdapat di makam
Sultan Malik As-Saleh yang wafat pada tahun 1297 Masehi.
3. Husein Djayadiningrat, agama Islam
masuk Indonesia dibawa oleh orang Persia, sebagai bukti adanya suatu perubahan
ejaan dari bahasa arab ke Persia. Hal ini juga diperkuat oleh Mucas, yaitu kata
pasal berasal dari kata Persia.
Dengan adanya keimanan
kepada Allah SWT pada diri umat Islam sejak abad 7 masehi, Bangsa Indonesia
sudah mengenal system kenegaraan seperti kerajaan Majapahit, Mataram, dan
kerajaan Islam lainnya di Jawa, Sumatera, dan Maluku, menjadi modal utama dalam
menghadapi musuh baik yang berasal dari luar maupun dari dalam.
1) Islam di Pulau Sumatera
Masuknya Islam di Indonesia pertama kali di Pulau Sumatera, dengan bukti
bahwa selat Malaka dijadiakn tempat transit dan lalulintas bagi saudagar India
yang menuju Cina, kuatnya persatuan dan kesatuan mendorong berdirinya kerajaan
Islam pertamadiIndonesia pada tahun 1261 Masehi, di Lhoksumawe Aceh Utara
dengan rajanya bernama Merah Silu dan bergelar Al-Malik Al-Shalih.
2) Islam di Pulau Jawa
Islam masuk di Pulau Jawa dibawa oleh rombongan ulama yang dipelopori
oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan sebutan Maulana Maghribi pada
saat itu di Pulau Jawa masih banyak penganut agama Budha dan Hindu.
Walisongo dalam memasukkan agama Islam dengan penuh kesantunan dan
kesopanan, sehingga masyarakat yang kuat memegang Hindu dan Budha tidak
merasakeberatan untuk masuk agama Islam.
Beberapa Wali Songo:
a. Raden Rahmat (Sunan Ampel) , makamnya
berada di Jawa Timur.
b. Syekh Maulana Malik Ibrahim ( Sunan
Gresik), makamnya berada di Gresik Jawa Timur.
c. Syekh Syarifuddin (Sunan Drajad),
makamnya di Sedayu Gresik, Jawa Timur.
d. Syekh Maulana Ainul Yaqin (Sunan
Giri), makamnya di Bukit Giri Gresik Jawa Timur.
e. Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang),
Makamnya di Tuban Jawa Timur.
f. Syekh Ja’far Shadiq (Sunan Kudus),
makamnya di Kudus Jawa Tengah.
g. Raden Umar Sa’id (Sunan Muria),
makamnya di Gunung Muria Kudus Jawa Tengah.
h. Raden Syahid (Sunan Kalijaga),
Makamnya di kadilangu Demak Jawa Tengah.
i. Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan
Gunung Jati),makamnya di Cirebon Jawa Barat.
Walisongo
dalam menyebarkan Islam semakin gigih dengan kota Demak sebagai pusat kegiatan
mereka. Terutama Sunan Ampel dan Raden Fatah ditugasi untuk mengajari agama
Islam dan mendirikan pondok pesantren di Glagah Wangi.
Kerajaan
Islam di pulau jawa:
¾ Karena semakin rapuhnya Kerajaan
Majapahit masa pemerintahan Brawijaya V, dan runtuhnya dengan bukti
Candrasengkala (Sirno Ilang Kertaning Bumi, 1477), maka berdirilah kerajaan
Demak dengan Cendrasengkala (Geni Mati Siniram Janmi, 1478).
¾ Dengan runtuhnya kerajaan Majapahit
maka muncullah kerajaan Demak dengan Rajanya sebagai berikut:
1. Raden Fatah atau Raja Demak pertama,
2. Raden Adipati Unus ( Pangeran Sabrang
Lor) atau Raja Demak kedua
3. Raden Trenggono atau Raja Demak
ketiga.
3) Islam di Sulawesi
Ø Adanya kerajaan Gowa, Tallo, Bone,
Wajo, dan Sopeng pada abad ke XV membuktikan bahwa Sulawesi peradabannya sudah
maju, sehingga para pedagang muslim dari Sumatera, Malaka, dan Jawa telah
mendatangi Sulawesi yang sebagian dari masyarakatnya menganut Animisme dan
Dinamisme.
Ø Pada awalnya kerajaan di Sulawesi
belum menjadi kerajaan Islam.
Ø Kerajaan Gowa dan Tallo berdekatan
dan rukun seperti kerajaan kembar.
Ø Dengan dasar persatuan kerajaan Gowa
Tallo yang istananya berada di Sumba Opu menjadi lebih kuat dan menaklukan
daerah Selayar, Bulukumba, Maros, Mandar, dan Luwu pada tahun 1562-1565 M, yang
dipipmppin oleh raja Tumaparisi Kolama.
Ø Penduduk Gowa Tallo sudah banyak yang
memeluk agama Islam. Oleh karena Dato Rimambang dan Dato Sulaemana menyebarkan
agama Islam tanpa menimbulkan gejolak, tanggal 22 September 1605 M, raja Gowa
yang bernama Karaeng Tonigallo dengan ikhlas masuk agama Islam, dan diberi
gelar Sultan Alauddin.
4) Islam di Kalimantan
Ø Sebelum Islam masuk di Kalimantan
masyarakatnya memeluk ama Hindu, terbukti dengan adanya kerajaan Hindu di
Kalimantan Selatan, tepatnya di Daerah Dipa, Daha ,dan Kahuripan.
Ø Kerajaan Daha diperintah oleh
Maharaja Sukarama dan setelah sepeninggalnya diperintah oleh Sultan Tumenggung
(1550 M)
Ø Islamisasi di Kalimantan tidak hanya
terjadi di Kalimantan Selatan saja, tetapi di Kalimantan Timur juga, berkat
datangnya dua ulama yaitu, Datuk Ribandang dan Tuanku Tunggang Parangan,yaitu
Raja Kutai yang kalah kesaktian dengan Tuanku Tunggang Parangan.
5) Islam di Maluku
Ø Islam masuk di Maluku sekitar abad
XIV dan awal abad XV M, dibawa oleh para muballigh dan pedagang dari Samudera
Pasai, Malaka dan Jawa.
Ø Kaderisasi Islam di Maluku, yaitu
yang sudah beragama Islam dengan sukarela menuntut ilmu agama Islamdiberbagai
pesantren di Jawa Timur.
Ø Sekembalinya dari Pesantren mereka
menyebarkan agama Islam di daerah halamannya, bahkan para rajanya banyak yang
mask Islam tanpa Peperangan.
B. Faktor yang Menyebabkan Islam
Berkembang Pesat di Indonesia
Ø Geografi strategis
Ø Demografis, penduduknya yang toleran
Ø Karakteristik Islam yang anti
kekerasan.
Ø Wali Songo berdakwah lebih mengedepankan
akhlak dan sopan santun.
Ø Semangat persatuan dan kesatuan
mendorong berdirinya kerajaan Islam yang pertama di Indonesia.
C. Peranan Umat Islam di Indonesia
Pada masa kemerdekaan:
Ø Merumuskan kalimat pembukaan UUD’45
pada alinea pertama bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa
dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak
sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Ø Semangat Nasionalisme dengan lahirnya
suatu organisasi kepemudaan, seperti Jong Java dan Jong Madura yang
dideklarasikan pada sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 .
Ø Semangat dan keyakinan yang bulat
untuk mengusir penjajah.
Ø Secara organisai Islam, yang
mempunyai peranan dalam masa penjajahan dan kemerdekaan ini adalah Sarekat Dagang Islam (SDI) yang
didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi dan Mas Tirta Adisurya dan pada tahun
1912 M SDI dirubah nama jadi Sarekat Islam( SI) atas usulan HOS. Cokroaminoto.
Pada Masa pembangunan:
Ø Peranan Organisasi Islam:
a. Muhammadiyah oleh KH.Ahmad Dahlan
pada tanggal 18 November 1912 M di Yogyakarta.
b. Nahdhatul Ulama oleh KH.Hasyim
Asy’ari didirikan di Surabaya, 31 Januari 1926 M.
Ø Peranan lembaga Islam pemerintah
seperti MUI yang didirikan pada masa Orde Baru tanggal 21 Juli 1975.