Rabu, 07 November 2012

Perkembangan Islam di Indonesia


PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
By: Pak O. Haswari
A.    Ada beberapa pendapat tentang pembawa Islam di Indonesia:
1.    Thomas W. Arnold, agama Islam dibawa oleh orang Arab, buktinya pada abad ke-7 di pantai Barat Sumatera ditemukan perkampungan Arab dan kuburan orang Islam di Boros, antara Aceh dan Tapanuli.
2.    Snouck Hurgronje, masuknya agama Islam dibawa oleh orang India, buktinya batu nisan yang terdapat di makam Sultan Malik As-Saleh yang wafat pada tahun 1297 Masehi.
3.    Husein Djayadiningrat, agama Islam masuk Indonesia dibawa oleh orang Persia, sebagai bukti adanya suatu perubahan ejaan dari bahasa arab ke Persia. Hal ini juga diperkuat oleh Mucas, yaitu kata pasal berasal dari kata Persia.

Dengan adanya keimanan kepada Allah SWT pada diri umat Islam sejak abad 7 masehi, Bangsa Indonesia sudah mengenal system kenegaraan seperti kerajaan Majapahit, Mataram, dan kerajaan Islam lainnya di Jawa, Sumatera, dan Maluku, menjadi modal utama dalam menghadapi musuh baik yang berasal dari luar maupun dari dalam.

1)    Islam di Pulau Sumatera
Masuknya Islam di Indonesia pertama kali di Pulau Sumatera, dengan bukti bahwa selat Malaka dijadiakn tempat transit dan lalulintas bagi saudagar India yang menuju Cina, kuatnya persatuan dan kesatuan mendorong berdirinya kerajaan Islam pertamadiIndonesia pada tahun 1261 Masehi, di Lhoksumawe Aceh Utara dengan rajanya bernama Merah Silu dan bergelar Al-Malik Al-Shalih.
2)    Islam di Pulau Jawa
Islam masuk di Pulau Jawa dibawa oleh rombongan ulama yang dipelopori oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan sebutan Maulana Maghribi pada saat itu di Pulau Jawa masih banyak penganut agama Budha dan Hindu.
Walisongo dalam memasukkan agama Islam dengan penuh kesantunan dan kesopanan, sehingga masyarakat yang kuat memegang Hindu dan Budha tidak merasakeberatan untuk masuk agama Islam.
Beberapa Wali Songo:
a.     Raden Rahmat (Sunan Ampel) , makamnya berada di Jawa Timur.
b.    Syekh Maulana Malik Ibrahim ( Sunan Gresik), makamnya berada di Gresik Jawa Timur.
c.     Syekh Syarifuddin (Sunan Drajad), makamnya di Sedayu Gresik, Jawa Timur.
d.    Syekh Maulana Ainul Yaqin (Sunan Giri), makamnya di Bukit Giri Gresik Jawa Timur.
e.     Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Makamnya di Tuban Jawa Timur.
f.      Syekh Ja’far Shadiq (Sunan Kudus), makamnya di Kudus Jawa Tengah.
g.     Raden Umar Sa’id (Sunan Muria), makamnya di Gunung Muria Kudus Jawa Tengah.
h.    Raden Syahid (Sunan Kalijaga), Makamnya di kadilangu Demak Jawa Tengah.
i.       Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati),makamnya di Cirebon Jawa Barat.

Walisongo dalam menyebarkan Islam semakin gigih dengan kota Demak sebagai pusat kegiatan mereka. Terutama Sunan Ampel dan Raden Fatah ditugasi untuk mengajari agama Islam dan mendirikan pondok pesantren di Glagah Wangi.
Kerajaan Islam di pulau jawa:
¾   Karena semakin rapuhnya Kerajaan Majapahit masa pemerintahan Brawijaya V, dan runtuhnya dengan bukti Candrasengkala (Sirno Ilang Kertaning Bumi, 1477), maka berdirilah kerajaan Demak dengan Cendrasengkala (Geni Mati Siniram Janmi, 1478).
¾   Dengan runtuhnya kerajaan Majapahit maka muncullah kerajaan Demak dengan Rajanya sebagai berikut:

1.    Raden Fatah atau Raja Demak pertama,
2.    Raden Adipati Unus ( Pangeran Sabrang Lor) atau Raja Demak kedua
3.    Raden Trenggono atau Raja Demak ketiga.
3)    Islam di Sulawesi
Ø Adanya kerajaan Gowa, Tallo, Bone, Wajo, dan Sopeng pada abad ke XV membuktikan bahwa Sulawesi peradabannya sudah maju, sehingga para pedagang muslim dari Sumatera, Malaka, dan Jawa telah mendatangi Sulawesi yang sebagian dari masyarakatnya menganut Animisme dan Dinamisme.
Ø Pada awalnya kerajaan di Sulawesi belum menjadi kerajaan Islam.
Ø Kerajaan Gowa dan Tallo berdekatan dan rukun seperti kerajaan kembar.
Ø Dengan dasar persatuan kerajaan Gowa Tallo yang istananya berada di Sumba Opu menjadi lebih kuat dan menaklukan daerah Selayar, Bulukumba, Maros, Mandar, dan Luwu pada tahun 1562-1565 M, yang dipipmppin oleh raja Tumaparisi Kolama.
Ø Penduduk Gowa Tallo sudah banyak yang memeluk agama Islam. Oleh karena Dato Rimambang dan Dato Sulaemana menyebarkan agama Islam tanpa menimbulkan gejolak, tanggal 22 September 1605 M, raja Gowa yang bernama Karaeng Tonigallo dengan ikhlas masuk agama Islam, dan diberi gelar Sultan Alauddin.
4)    Islam di Kalimantan
Ø Sebelum Islam masuk di Kalimantan masyarakatnya memeluk ama Hindu, terbukti dengan adanya kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan, tepatnya di Daerah Dipa, Daha ,dan Kahuripan.
Ø Kerajaan Daha diperintah oleh Maharaja Sukarama dan setelah sepeninggalnya diperintah oleh Sultan Tumenggung (1550 M)
Ø Islamisasi di Kalimantan tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan saja, tetapi di Kalimantan Timur juga, berkat datangnya dua ulama yaitu, Datuk Ribandang dan Tuanku Tunggang Parangan,yaitu Raja Kutai yang kalah kesaktian dengan Tuanku Tunggang Parangan.
5)    Islam di Maluku
Ø Islam masuk di Maluku sekitar abad XIV dan awal abad XV M, dibawa oleh para muballigh dan pedagang dari Samudera Pasai, Malaka dan Jawa.
Ø Kaderisasi Islam di Maluku, yaitu yang sudah beragama Islam dengan sukarela menuntut ilmu agama Islamdiberbagai pesantren di Jawa Timur.
Ø Sekembalinya dari Pesantren mereka menyebarkan agama Islam di daerah halamannya, bahkan para rajanya banyak yang mask Islam tanpa Peperangan.
B.    Faktor yang Menyebabkan Islam Berkembang Pesat di Indonesia
Ø Geografi strategis
Ø Demografis, penduduknya yang toleran
Ø Karakteristik Islam yang anti kekerasan.
Ø Wali Songo berdakwah lebih mengedepankan akhlak dan sopan santun.
Ø Semangat persatuan dan kesatuan mendorong berdirinya kerajaan Islam yang pertama di Indonesia.
C.    Peranan Umat Islam di Indonesia
Pada masa kemerdekaan:
Ø Merumuskan kalimat pembukaan UUD’45 pada alinea pertama bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Ø Semangat Nasionalisme dengan lahirnya suatu organisasi kepemudaan, seperti Jong Java dan Jong Madura yang dideklarasikan pada sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 .
Ø Semangat dan keyakinan yang bulat untuk mengusir penjajah.
Ø Secara organisai Islam, yang mempunyai peranan dalam masa penjajahan dan kemerdekaan ini  adalah Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi dan Mas Tirta Adisurya dan pada tahun 1912 M SDI dirubah nama jadi Sarekat Islam( SI) atas usulan HOS. Cokroaminoto.
Pada Masa pembangunan:

Ø Peranan Organisasi Islam:
a.     Muhammadiyah oleh KH.Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912 M di Yogyakarta.
b.    Nahdhatul Ulama oleh KH.Hasyim Asy’ari didirikan di Surabaya, 31 Januari 1926 M.
Ø Peranan lembaga Islam pemerintah seperti MUI yang didirikan pada masa Orde Baru tanggal 21 Juli 1975.

Entri Populer

Pengikut