Mungkin harus butuh katalisator kegilaan biar bisa
mengungkapkan segala sesuatu dengan seni, tanpa seni segala sesuatu terasa sepi
tak berwarna….
Dalam arti makna kehidupan seni merupakan penghias
dinding-dinding kosong yang terlahir dari tangan para makhluk. Hewan
bagaimanapun memiliki seni dalam kehidupannya masing-masing…
Laba-laba akan selalu sabar menyulam tali temali dan
menunggu mangsanya, tentang lebah yang menari sebelum menentukan arah
perjalanannya mencari nektar,,, cerita kancil juga tidak akan jauh dari seni
kehidupan….
Karena semua berasal dari kehidupan….
Ok, itu baru prolog karyaku yang akan saya posting hari
ini adalah membuat puisi dari sebuah ketegangan di kelas saat pelajaran Bahasa
Indonesia, Ibu Guru/Wali Kelas/Bu Tika Hatikah marah besar kepada kami
sekelas…. Dikarenakan kelas kami tidak membawa tumpeng pada hari guru tahun
2012,,, Rasanya bener2 kayak mimpi buruk dan ngerasa kayak dikutuk…
Ini kutuliskan meski sudah lama tertulis di buku saya,
semoga masih gak basi dan masih bias dinikmati (emangg makanan???)
Mimpi
Buruk
Mengapa ihwal hati tercekik
Dalam rintih melarik
Hal yang terpendar
Bagai buih ku tersentak
Tak bias ku
terhentak
Rasa hancur ku
teringat
Takut ku yang tak
ada
Kini bangkit
menghantui
Betapa sakit ku terjatuh
Tolong, bawakan nyanyian lagu
Agar aku tak terjenuh
Agar aku terhibur
Dari mimpi burukku, aku sakit
Dari mimpi burukku kurasa mati
Tolong bawakan nyanyian dan lagu
Untuk mengubur luka,.. dari mimpi burukku
Dan aku terkeping
Aku terbunuh
Aku terbadik
Tolong aku dari mimpi burukku…
(Puisi pertama Cuma lima menit w
membuatnya)
Kelas Terkutuk
Bodoh,
Layaknya bergerak tak melamun
Cuma intuisi dalam perintah
Hidup tanpa gerak, mati
Bodoh,
Mati kau kelaut
Jikalau mau bahagia
Jangan korbankan hati kami
Mana suaramu???
Untuk nafsu mau,
Untuk bersama tidak mau..
Malu aku.
Diam saja,
Tak guna tawamu,
Ini serius,,,
Jangan sampe kena marah lagi (sama Bu Tika)
Bodoh ,bodoh, bodoh…
Au tersiksa karena kau,,,
Bodoooh…
Dasar kelas terkutuk..