Begitu pedih perasaanku ketika gagal dalam olimpiade sains tahun ini.....
sampai kutuliskan itu dalam sebuah puisi...
sampai kutuliskan itu dalam sebuah puisi...
PENANTIAN SIA-SIA
Pagi
petang
Siang
malam
Aku
menunggu saat ini
Tak
peduli letih yang kudapat
Banting
tulang kupenuhi
Peras
keringat kulakoni
Sampai
penuh isi pikiran ini
Tak
muak aku menanti
Namun
saat telah tiba
Mengapa
aku terbunuh
Aku
merasa mati dalam hidup
Hidup
dalam mati
Mana
do’aku bertahun-tahun
Mana
penantianku selama ini
Hanya
sia-sia
Bagaikan
terombang-ambing di lautan
Taukah
sakit……
Sakit
hati ini……
Perih
sekali…….
Bahkan
menutup bahagia yang kualami
Aku
rela berdiri menunggu mati
Saat
ini, ataukah kau mampu menjawab
Air
mata takkan mampu membuka kesedihan ini
Sampai
pahit yang kurasakan
Mungkin
kata orang ini prestasi
Tapi
ini derita terpahit yang kualami
Perjalananku
yang panjang, berakhir di dalam jurang…
Ataukah
ini cobaan?...
Cobaan
karena niatku untuk ummat?...
Aku
imam mereka!...
Aku
menyatukan hati mereka!...
Atau
apa yang kan kau beri?...
Ku
bertanya dalam hati
Mungkin
aku tak berarti
Dan
aku memang terbodoh dari yang bodoh…
Mungkin
suatu saat kau beri alasannya…
Tapi,
akan kutunggu sampai masa perihal itu..
Semoga
tidak mengecewakan, sakitku ini…