Selasa, 11 Desember 2012

ANTOLOGI PUISI NANANG SURYADI


ANTOLOGI PUISI
NANANG SURYADI
 
ANXIETAS PENYAIR
buat: joko supardi
 
sepertinya, kau rasakan juga dingin ini sebagai simbol kenangan kita,
sebagaimana telah dirayakan kekalahan-demi kekalahan yang menikami
tubuh. dan berderailah tawa atau tangis, karena airmata tetap membasah
pada pelupuk mata. usahlah lagi ditanyakan untuk apa kita di sini,
menikmati hari-hari membisu atau hiruk pikuk yang menggedor-gedor kepala
dan dada. anxietas yang menggigilkanmu telah menciptakan cerita-cerita
dalam pertemanan ganjil. sebagai seorang pertapa namun hendak
menyetubuhi bintang dan rembulan. memanggil bapak dan ibu dengan
keparauan kanak. kesunyian yang tak dimengerti artinya. juga sebuah
cita-cita?
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
KOMEDI PUTAR
 
bermainlah kanak pada keriangan,
hidup berputaran atas bawah nikmatilah,
kenangkan kuda dipacu penuh semangat,
pada padang di mana umbu menulis syair,
tertawalah kanak,
sebelum permainan berakhir,
sebelum lampu-lampu dimatikan,
sebelum tersuruk engkau di bawah matahari
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
HITUNGAN KEDUA PULUH EMPAT
 
hitungan ke dua puluh empat: melompat!
memasuki ruang menaiki waktu yang melaju.
tak direnungkan jugakah catatan-catatan yang begitu tebal.
telah ditulis disitu ungkapan-ungkapan kejujuran,
atau juga kepalsuan menipu diri sendiri.
karena kecewa butuh penghiburan,
karena sedih butuh ditumpahkan,
karena tawa butuh dituntaskan.
siap-siap...
hitungan ke dua puluh empat: melompat!
jangan lupa di depanmu ada menganga liang lahat
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
MENEMUI ALDORA SUATU KETIKA
 
di mana kan lagi ditemukan percakapan sore hari, ketika aldora
menyelinap ke dalam lukisan seorang perempuan mencari bapak, dengan
senyum, menyimpan pedih kerinduan mewarna langit, dengan jemari
dipulaskan cerita getir bertahun tak berjumpa, ke mana pergi pelukis
yang membelai rambut kanak?
sambil tersenyum aldora bilang padaku: "aku ingin pergi mengelilingi
dunia, menjelajahi sudut-sudut ruang, dimana kan ditanggalkan segala
kepura-puraan"
tergerai rambut sebahu, menatap matahari dengan senyum, simpan
kegundahan dalam-dalam...
disimpan jugakah cerita itu. dalam dada laki-laki. perempuan yang
berharap, memanggilnya dengan kerinduan. karena cita-cita yang dibangun
menjelang tidur, menyimpan tangis pada malam. mimpi yang diciptakan
dihempaskan ke mana lagi?
dan buku mana yang harus disembunyikan, karena kejujuran telah
dituliskan. sebuah nama pada masa lalu seorang lelaki, yang
menyimpannya dengan diam-diam. seperti juga cinta dan rindu yang tak
tersampaikan, ke mana air mata itu hendak dialirkan. karena kegetiran
telah menjadi batuan dalam rumah sejarah manusia. menyumpal dalam
dada....
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
KONTEMPLASI
 
seru menyeru dalam dada
kejujurankah yang bicara?
katamu: "manusia adalah makhluk segala kemungkinan"
terlempar aku ke dalam ruang kosong tak berpenghuni
merasa asing membaca diri
diamlah diam
rasakan semesta meledak dalam kepala
berjuta tanya
berjuta jawab
kembali pada diri sendiri....
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
DENTING GITAR MENGOYAK MALAM
 
masihkah tersimpan sejumput kerisauan,
denting gitar mengoyak keheningan,,
di malam kita terjaga, terasa gema dalam dada,
bercerita apa, teman? sepertinya hanya pertanyaan-pertanyaan tak
beralamat,
pada siapa kan disampaikan jerit yang begitu parau, dari gitar putus dua
senarnya,
adakah pada angin yang mengendap di lorong gelap, pada dingin yang
menusuk-nusuk,
pada siapakah hendak kau sampaikan?
hanya wajah yang terlihat setengah gelap setengah terang,
sepotong wajah rasakan nyeri memendam ngeri,
dalam dada terasa sunyi,
ke mana suara itu kan sampai,
wahai siapa lagi yang peduli?
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
IN MEMORIUM
 
melambaikan senja padamu.
bersama air mata yang terasa asin di bibir.
mata yang berkaca. melewati jendela
menatap kematian
dengan begitu bersahaja.
amboi, langkah ini hendak menuju ke mana.
selain menjejak pada kemungkinan hari-hari penuh kegelisahan,
kehampaan dan kesunyian diri sendiri.
meraba kegelapan yang melumuri isi kepala.
kereta warna hitam yang kau sorongkan melewati pelataran. yang begitu lengang. tawarkan sebuah kenangan di masa lalu.
ketika kehidupan baru di hembuskan ke dalam dadamu...
bikin perjanjian untuk kembali pada asal mulamu, anak manusia.
sepertinya tak ada yang patut ditangiskan.
selain mengaca pada hari yang penuh warna dan cerita penuh deru di masa lalu.
(Tuhan, aku hantarkan doa melewati senja ini)
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
WAHAI ENGKAU YANG MENATAP
 
Seorang manusia mencari jalan hidupnya
Memetakan langit
Mencari jawab: siapakah aku, siapakah engkau?
Wajah pada bayang-bayang membusur
Dari masa lalu sebuah kesaksian
Begitu samar
Antara hari berselang
Sebuah tatapan, tak pernah gugur
Menyentuh kedalaman
Rongga dada
Berbisiklah, berbisik, manusia yang mencari jawab:
"Engkau yang begitu samar dalam ingatan
kusapa dalam doa,
juga dosa"
begitu lindap
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
SANG PENGAWAS AGUNG
 
Ada yang begitu seksama memperhatikan segala tindak-tanduk, gemetaranlah
aku menghitung detik-detik perhitungan yang muncul di pelupuk mata,
menelanjangiku dengan sangat polos dan bugil, memeriksa bulu demi bulu,
daki demi daki yang menempel, pada tangan, pada kaki, sedang mulut
dibiarkan diam; dengan begitu bening dan jujur: mereka menjadi saksi
sebuah pengkhianatan...
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
MENCATAT NAMAMU
 
Dalam hati masih ada kegundahan itu
Secara perlahan membakar angan
Dalam sunyi mengingat wajahmu,
berderai potret pecah
terbanting tangan-tangan waktu
Begitu kukuh memisahkan kekinianku
dengan cerita dulu
Engkaukah itu,
yang bercakap dalam gemerisik angin meniup daunan.
Kabarkan sesuatu entah kebencian atau kecintaan?
Berayun angan menari
dalam jagat semesta pertanyaan
Begitu samar
Begitu samar
Namamu yang terbubuh
dalam kabut yang melulur keheningan.
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
ALDORA MELUKIS KOTA (1)
 
aldora melukis kota, jemarinya memulas cat hitam dan merah pada kanvas yang lusuh,
ada kegusaran yang memusar, pada wajah
"mengapa rusuh juga yang membakar kota-kota?"
kau mau minum kopi aldora? atau sebatang rokok
mungkin bisa hilangkan pening dalam kepala
aldora melukis kota, juga manusia tak jelas wajahnya merah hitam dipulasnya, dicampur baur, mungkin sebentuk luka
tanganmu kotor, aldora jemari halus dan kuku putih tak berupa
:mengapa luka?
"mengapa bukan cinta!"
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
ALDORA MELUKIS KOTA (2)
 
aldora melukis kota. dengan jemarinya ia guratkan kota yang telah berubah. wajah-wajah manusia yang muram.
"berapa banyak rumah yang harus ditumbangkan, dora? berapa sawah berubah menjelma rumah mewah?"
kau tak menjawabnya dengan kata-kata. karena apa? (takutkah engkau untuk mengatakannya dengan mulutmu?)
aldora melukis kota. warna-warna memar tumpah ruah di kanvas. meledak juga tangisnya di lukisan kota yang terbakar!
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
PRIBADI YANG TERBELAH
 
bercakap sebagai karib yang selalu menghinakan satu sama lain
melecehkan, bertempur dalam ruang dan waktu: diri!
ada berapa kepribadian yang hadir pada dirimu?
bertolak belakang paradoksal
atau saling melengkapi sebagai harmoni
sekular atau tak
dikotomis atau bukan
engkau hadir mencoba untuk tidak goyah, utuh mengatakan pada dunia
tapi tak bisa
senantiasa ada dialektik
senantiasa ada keinginan-keinginan manusia
yang tak terpadamkan , sepertinya.....
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
SESEORANG YANG HENDAK MELUKIS
 
ada seraut wajah mencoba menyelinap ke dalam mimpiku sunyi,
o, kegundahan seorang lelaki membaca tanda-tanda
: siapakah yang telah merenggut hati?
kemudian, angan beterbangan menari-nari menuju cakrawala
ingin melukis serupa pelangi,
atau bunga-bunga yang bermekaran
atau ketakutan
atau mimpi-mimpi
(wahai, tangan yang gemetar, hati yang gemetar...
hendak melukis apa?)
mungkin hanya impian,
sekedar harapan di ujung malam
tak ada jawaban pasti!
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
POTRET
 
di mana
kan dijejakkan kaki?
orang sendiri membaca diri
pada sunyi dipahatkan mimpi
menggeleparlah ia pada sepi
menuai kenangan-kenangan
menusuk ke lubuk hati
dalam puisi, sepertinya....
hanya sunyi
hanya sepi
hanya mimpi
terbubuh lewat jemari
orang sendiri membaca diri
tak henti-henti
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
ALBUM KENANGAN
 
bayang kenangan menderu
memasuki ruang-ruang kosong dalam dada
sebagai kebahagiaan atau kesedihan
karena masing-masing kita mempunyai masa lalu
sebagai sejarah yang ditulis pada buku waktu
tak usahlah risau membacanya lagi
kenangan, kenyataan serta harapan
adalah milik kita
ia hadir sepanjang usia, rentangan waktu
"namun kau teramat larut pada masalalu,
sebagai kenangan yang memusar,
menenggelamkan dirimu pada kesedihan yang mendalam
sedang masa kini hadir sebagai kenyataan yang tak terelakan
dan masa depan membuka cakrawala harapan"
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
SILHUET PANORAMA
 
dari kelampauan yang buram, tak ada tersisa airmata
diseka waktu, mungkin hanya gurau, sebuah entah
tapi bayang itu datang, mengekalkan
sunyi, barangkali milikmu, cuma
sebagai buku terbuka, atau kerdipan mata
pembacaan isyarat tanda, mungkin sebuah wacana
gerutuan lepas, namun
mimpi yang terbubuh tak niscaya menjelma, sebuah idea
(gapaian tanganmu mungkin letih ingin menjamahnya….)
terantuk pandang pada nyata, walau menari juga
segala yang mungkin ingin dikenang
 
http://www.angelfire.com/in2/antologi/images/line21.gif
 
SANG PEJALAN
 
berapa panjang jalan yang disusur,
pejalan merengkuh angin,
mungkin sebuah ingin,
galau yang tersisa
dari sebuah jeda,
tanya dan jawab,
makna dari keburaman rahasia
mencari telaga,
bening mata,
lunaskan dahaga
matahari,
rembulan,
gemintang,
kegelapan,
keremangan,
waktu,
usia,
menjelma dalam pusaran
ilusi atau nyata
"sebuah takdir atau kehendak bebas?", katanya
menatap langit,
mengayun juga kakinya,
menuju "apa"

Entri Populer

Pengikut