CINTA 01
TIANG MAN OF THE DAY
Matahari telah melewati paruh hidupnya hari ini. Sedikit tergelincir
ke arah barat dn menyingsingkan bayang-bayang setiap insan. Hampir cerah di
keseluruhan kota Bandung. Tiada saat yang paling nyaman kecuali liburan menunggu
ramadhan dengan kegiatan. Yap, kegiatan kampus selalu ada dan mengisi kesibukan
seorang mahasiswa yang baru dijuruskan ke bidang informatika dengan NIM baru
yang menggantikan NIM lama yang sudah kusam dan rapuh (ciee.. lebay).
Bagi saya tidak seru hidup di kampus tanpa kegiatan ekstra seperti
organisasi dan diisi dengan acara-acara seru nan lebay. Kuliah tanpa organisasi
itu bagaikan makan indomie tanpa telor, enak sih tapi gak greget. Karena saya
masih baru dijuruskan pasti agenda utama yang dihadapan saya adalah osjur.
Osjur jurusan yang saya masuki ini disebut SPARTA.
HMIF adalah sebuah himpunan mahasiswa bidang Informatika dan Sistem
Teknologi Informasi. Siapapun yang ingin memasuki gerbang pintu kerajaan
himpunan ini pasti akan melewati SPARTA. Acara yang dikemas seseru mungkin
namun dengan esensi yang penting. Selalu ada saja keceriaan dan keseruan yang
bisa ditertawakan dalam acara ini.
(wkkwkw…^_^
)
Ini merupakan pertemuan pertama saya
pada acara SPARTA. Saat seekor kortang yang bernama Nicholas menjadi korban
keganasan seekor tiang. Dimulai mobilisasi ke ruangan keramat dengan AC super
besar namun tetap panas dan kapasitas penghuni seratus dua puluh orang. Ruangan
ini memiliki nomor tujuh enam nol dua. Angka misterius yang katanya selalu
dikenang karena merupakan tempat angker untuk kuliah dan digunakan setiap saat.
Di ruangan yang gerah dan panas ini,
saya dapat pencerahan tentang klub-klub
di HMIF. Eitss,.. bukan klub gelap atau klub malam, tapi klub yang
berkreativitas dan penuh keseruan. Beberapa contoh seperti klub futsal, gamers,
jalan-jalan,dll. Seru banget ya!!
Nah, saya juga diajarkan tentang
Mars Informatika(bukan planet mars loh ya…)
, Hymne
dan lagu-lagu. Dilanjutkan oleh
perkenalan teman-teman saya yang imut-imut.
Pertama adalah Visat, pria bernama
satelit ini adalah orang yang cuek dan tergolong jarang bergaul. Tapi itu dulu,
sekarang udah jadi begitu deh…(Hayoo
penasaran kan…). Yang kedua adalah Candy (bukan permen loh ya… tapi , emang namanya kayak gitu). Permen ini(eh,
Candy maksudnya) adalah teman sekelas fisika saya selama dua semester. Dia
berkacamata, pendek, dan tidak kurus. Lalu perkenalan berikutnya adalah anak
manusia, seorang wanita yang pernah dicalonkan sebagai Srikandi di ITB.(Waduh
apaan tuh?) Ya, Itu adalah acara saingan abang-none dan miss Indonesia dengan
peserta kemungkinan jomblo. Berikutnya Cat Woman, iya wanita kucing, dia suka
kucing tapi gak pernah bisa berubah jadi kucing.(Yaiyalah, kan bukan siluman). Dia
akan mengangis dan marah jika ada kucing yang terkhinati.
Acara sudah semakin sore dengan
mentari sudah tidak seperkasa siang hari, saya dan kawan-kawan dimobilisasi ke
Saraga. Disinilah legenda Tiang Man of The Day dimulai. Bermain bentengan dengan angkatan atas-yang
disebut CAPTCHA . Saking seru dan hebohnya acara, sampai ada kutukan yang
terjadi. Sebuah tiang berinisial “T” telah tertabrak makhluk berinisial “N”
yang merangkap jabatan sebagai koordinator angkatan saat itu. Akibatnya makhluk
itu(N for Nicholas) mendapat empat belas jahitan di muka. Hal ini tidak sia-sia
karena akhirnya Nicholas lah yang menjadi Man of The Day.
ALL ABOUT MAHASISWA
Gedung
ini tak asing lagi bagi mahasiswa tahap persiapan bersama. Gedung yang biasa
digunakan untuk kuliah umum namun terletak berhadapan dengan gedung Comlabs.
Tapi hati-hati, jangan sampai tertukar dengan gedung TVST karena bentuk yang
mirip dan terletak sebelahan. Tepat sekali ini disebut Oktagon dengan bentuk
segi delapan.
Dengan
suasana matahari yang masih terik, disinilah kami berkumpul di hari kedua
SPARTA. Pada hari ini saya disuruh membawa uang lima belas ribu rupiah untuk
biaya pendidikan. Maklum menyewa orang yang sudah senior dan aktif di Kabinet
Mahasiswa. Kemudian saya dimobilisasi ke ruangan angker bernomor tujuh enam nol
dua.
Materi yang dibahas kali ini tentang Kabinet Mahasiswa,
Komponen-komponennya, Garis waktu atau sejarah kemahasiswaan di ITB, Aturan
Dasar Anggaran Rumah Tangga Kabinet Mahasiswa, Bagan Kabinet Kemahasiswaan, dan
terakhir tentang pengenalan Kabinet Mahasiswa periode 2014.
Setelah itu dibagi lima kelompok untuk berdebat. Kelompok-kelompok ini
dimoderatori oleh Reza. Semakin ramai acaranya karena debat itu pasti ada yang
lucu jika salah logika.
Seperti biasa ritme SPARTA sebelumnya, saatnya pengenalan individu.
Dimulai dari Randi, seorang anak kecil baik hati, jika besar tetap bagi saya
kecil (kidding). Kedua adalah Eveline Purnama , dia punya nama cina yang saya
gak ngerti, karena saya cuma pernah belajar bahasa arab. Lanjut yaitu Prabowo,
tapi dia bukan capres kita, nama lengkapnya adalah Faisal Prabowo, namun karena
dia sering menjarkom orang, saya selalu menyebutnya faisal jarkom. Nah, yang terakhir ini tidak bisa terlihat
saking gelap kulitnya. Namanya Miftah dia suka kelelawar, mungkin dia pernah
masuk goa dan menghilang.
Akhir dari pertemuan ini berjalan dngan damai dan tenteram tanpa
tawuran.(yayalah) Sehingga predikat Man of The Day diberikan kepada Chairuni
Aulia. Maklumlah, udah biasa debat bahasa Inggris. Tapi saya tidak kalah karena
saya jawara Olimpiade Fisika(sombong).
AMAZING RACE
Hari ini adalah hari sabtu dengan
mentari belum terlalu lama tampil di singgasana. Masih pagi hari sekitar pukul
tujuh tiga puluh. Dimulai dengan berkumpul di gedung
yang beersegi delapan yaitu Oktagon. Kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi ke
lapangan sipil. Di lapangan sipil dilakukan cek kehadiran, cek spek, doa
bersama, dan menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Cek spek dipimpin oleh Kevin
Yauris dan bernyanyi dipimpin oleh Andra.
Selanjutnya,
dipimpin oleh kak Yanfa dan kak Kanya, dilakukan perkenalan oleh peserta yaitu
Ivan (penggemar cherrybelle dan JKT 48
), Raihannur (Dskripsinya gitu y..), Irfan, Yoga, Marcel , dan seorang panitia
SPARTA, Kak Bram.
Selesai perkenalan
diri, saya diberikan penjelasan tentang Amazing Race. Dalam Amazing Race ini
ada 3 pos wajib dan 7 pos sunnah. Diberikan 3 clue tentang 3 pos wajib
tersebut, yaitu:
Clue 1: Taman rias depan bang beni
Clue 1: Taman rias depan bang beni
Clue 2: Melihat dalam gelap
Clue 3: Taman dimana aku ga olahraga
Pukul 09.30, peserta
berangkat ke pos. Pos wajib pertama bagi kelompok saya adalah pos clue 2. Di
pos ini, ada kak Ahmad, kak Susanti, dan kak Ghani yang menjelaskan tentang
komunitas Cyber dan Web di HMIF. Kemudian dilakukan games berupa menerbangkan
pesawat kertas sejauh jarak yang ditentukan. Kelompok saya gagal sehingga tidak
mendapat apa-apa.
Pos wajib kedua
adalah pos clue 1. Disini dijelaskan tentang komunitas Mobile App dan Games.
Games yang diberikan adalah mengurutkan anggota kelompok berdasarkan urutan
tertentu, seperti tanggal ultah mantan, panjang leher, jumlah saudara, dll.
Kelompok saya berhasil memenangkan 2 buah lidi panjang.
Pos wajib ketiga
adalah pos clue 3. Disini dijelaskan tentang komunitas Competitive Programming.
Games yang diberikan adalah melepaskan simpul dari rafia. Kelompok saya
membutuhkan 30 menit untuk menyelesaikannya. Karena berhasil, kelompok saya
mendapat hadiah kain perca.
Pos sunnah pertama
terletak di Gasibu, dengan clue “Kentutnya istrinya kakeknya anaknya kakak
saya.” Di pos ini, setelah ishoma, diberikan games yaitu menjumlahkan 4 buah
angka agar menjadi angka 24. Kelompok saya mendapat 2 kertas krep dari pos ini.
Selain itu, dijelaskan juga tentang startup perusahaan di HMIF.
Pos berikutnya
memiliki clue berupa nomor telpon sebuah SMP. Di pos ini diberikan game berupa
hangman. Kelompok saya mendapat 1 plastik di sini. Di sini juga dijelaskan
tentang karya-karya anak HMIF, salah satunya aplikasi Smoothie yang bisa
mengubah lagu yang diputar sesuai mood pendengar.
Pos sunnah ketiga memiliki
clue Good R-Wind (Bagus R-Angin). Games di pos ini adalah memindahkan 4 karet
gelang dengan sedotan sekali bolak-balik. Di pos ini hadiahnhya adalah 1
kardus. Disini dijelaskan tentang salah satu karya anak HMIF berupa aplikasi
pemantau kemacetan.
Pos terakhir
memiliki clue logo Rabbani dan tulisan DU. Games disini berupa 10 pertanyaan
seputar 2 buku karya anak HMIF, salah satunya yaitu buku Viva Smanda. Kelompok
saya menjawab 4 pertanyaan sehingga mendapat 2 pasang sumpit. Disini dijelaskan
bahwa karya HMIF tidak selalu tentang programming, tetapi bisa juga berupa
sastra dan lain sebagainya. Setelah dari pos ini, peserta kembali ke ITB untuk
ishoma.
Setelah istirahat,
barang-barang yang didapatkan sepanjang games dan barang-barang yang dibawa (gunting,
selotip, alat mewarnai, lem fox) harus digunakan untuk membuat karya bebas yang
akan dipresentasikan di depan panitia dan peserta lainnya. Waktu yang diberikan
adalah 1,5 jam. Kelompok saya membuat sebuah akuarium dengan background
pertandingan bola dengan 4-5 orang-orangan kertas yang sedang menonton
pertandingan bola, ditambah bendera HMIF. Makna karyanya adalah HMIF nonton
bola.
Karna waktunya
mepet, tiap kelompok cukup mengenalkan karyanya saja, sementara penjelasan akan
dilakukan di day SPARTA selanjutnya. Acara ditutup sekitar pukul 17.30.
Kesan saya
mengenai day 3 ini adalah acaranya sangat menarik, dengan berbagai games dan
penjelasan yang dikemas dalam kegiatan Amazing Race, sehingga acaranya jadi
lebih seru. Saya cukup menyesal karena ketinggalan penjelasan yang disampaikan
saat day dan tidak bisa merasakan keseruan day 3 ini bersama kelompok saya.
KULI DADAKAN
Pada pagi yang cerah ini, matahari
tampak bersinar terang. Tak satupun sang penutup matahari terlihat melainkan
bagai lembaran tipis di langit luas. Sangatlah cerah untuk sebuah hari dengan
senyuman. Hari ini adalah tanggal empatt belas juli.
Tema acara Sparta kali ini adalah
bebagi senyuman. Diawali dengan saya berkumpul di Lapangan Cinta yang penuh
cinta. Setiap kelompok pada acara ini membuat karya-karya dari amazing race,
dan masing-masing menjelaskan esensinya.
Saya sekelompok dengan Hanifa di
kelompok dua. Kita membuat karya TV Sparta. Eh, bukan kita deh. Jujur, saya
gabut banget dalam karya ini dan voila.. tiba-tiba udah jadi.
Setelah itu saya dibagi menjadi
kelompok kecil berjumlah 3 orang seperti roda bajaj. Yaitu saya, lukman, dan wawan.
Kami ditugaskan di Pasar Cihaurgelis dan saat itu kami berputar-putar terlebih
dahulu keliling-keliling pasar sebelum membantu seorang kuli tukang angkut
barang. Kalau kelompok lain ngupas kacang sambil ngobrol, kami malah gak bias
ngobrol dulu. Angkut dulu semua barang-barang baru kita berbincang-bincang
dengan salah satu kuli di Paasar.
Kuli-kuli di pasar ini rata-rata
tidak berpuasa karena tuntutan kerja yang berat sehingga ketika wawancara, si
abang asik merokok. Saya suddah biasa melihat kejadian seperti ini karena saya
juga tinggal di dekat pasar. Saya mendengar betapa sulitnya berjuang untuk
hidup hanya untk pekerjaan halal, saya mendengar bahwa ada diantara mereka yang
sudah S1 tapi kerjanya jadi kuli. Itu membuat saya prihatin dan tantangan
sendiri bagi mahasiswa.
Ada juga kakek-kakek tukang becak
yang membawa adonan tepung puluhan kilo untuk diberikan kepada penjual kerupuk.
Saya membantu membawakan adonan tersebut sementara teman saya gak mau angkut
katanya berat. Waduh nguli lagi nih saya.
Tapi, Alhamdulillah akhirnya semua
sudah selesai, merekapun senang dengan bantuan kami meskipun cuma bantu
sebentar. Tapi saya melihat mereka senang masih ada yang peduli terhadap
mereka. Setelah itu kami beristirahat di POM bensin sekitar Pasar Cihaurgeulis.
Dan berhenti ketika disuruh kumpul jam sebelas untuk kembali ke ITB.